3 Tantangan UMKM Naik Kelas di Masa Pandemi Covid-19


 Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menjelaskan ada banyak rintangan untuk UMKM untuk masuk di ekosistem digital supaya bisa naik kelas dan go global, diantaranya permasalahan kemampuan produksi.

sering kesemutan ini adalah penyebabnya yang terjadi

"Ini satu rintangan sebab berdasarkan catatan kami ada tiga hal, pertama, berkenaan kemampuan produksi, demikian tersambung ke basis digital apa lagi dalam rasio nasional kemampuan produksinya juga harus lumayan memadai untuk penuhi kebutuhan pasar yang semakin besar," kata Teten Masduki dalam seminar-online Peranan UMKM selaku Ujung Tombak Pemulihan Ekonomi Saat Wabah, Kamis (10/12/2020).


Menurut dia, saat produksinya terbatas dan mereka tidak dapat penuhi keinginan customer maka ditinggal. Ke-2 , kualitas marketplace online, banyak beberapa produk yang mereknya yang telah kuat karena itu ini jadi kompetitor yang ketat untuk produk UMKM.


Walau demikian, dia mengaku produk bikinan dalam negeri yang dibikin dengan custome atau handmade itu lebih bagus dibanding bikinan produk massal. Misalkan untuk baju dan makanan dia anggap saat ini cukup bagus produksinya.


"Apa lagi makanan minuman saat ini kan semakin lebih aman kita beli produk yang kita ketahui asal-usulnya, bagaimana produksinya secara higienis dan bisa dibuktikan saat ini banyak yang barang yang semula barang konsumsi import saat ini terbatasi, rupanya juga bisa disubstitusi oleh produk dalam negeri," katanya.


Lanjut, rintangan yang ke-3 ialah literasi digital. Kata Teten Masduki, banyak UMKM yang belum perhatian bagaimana memakai piranti handphone tersambung dengan internet dan bagaimana taktik dalam jual barang di online, sebab jual di online dan off line itu beda taktiknya.


"Nah, tiga hal itu yang saya anggap perlu kita sama kerja sama untuk mempersiapkan UMKM kita agar siap on boarding di pasar digital," bebernya.


Disamping itu, rintangan yang lain ialah daya membeli warga yang terbatas hingga skema konsumsi warga bisa juga disaksikan cuman diutamakan untuk berbelanja makanan minuman, keperluan primer, home care, dan pengajaran.


"Jadi saat ini saya anggap bagaimana UMKM kita di tengah-tengah skema konsumsi barusan lakukan reorientasi usaha, banting kemudi lah mengikut trend pasar," paparnya.


Begitu skema konsumsinya saat ini telah lewat marketplace atau online, karena itu kecuali lakukan pengembangan produk, penting untuk menyesuaikan dengan pasar yang baru jualan secara online.


"Nah saat ini UMKM yang jualan online dari 13 % awalnya tahun saat ini bertambah jadi 16 % UMKM yang telah jualan di pasar online," ujarnya.


Presiden Joko Widodo menjelaskan, Undang-undang (UU) Cipta Kerja memudahkan hal pemberian izin aktor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Warga dipermudahkan bila pengin buka usaha mikro dan Koperasi.


Postingan populer dari blog ini

Baron Pierre de Coubertin founded the International Olympic Committee (IOC) in 1894,

most influential political

Typically, people infected with dengue virus are asymptomatic (80%) or have only mild symptoms such as an uncomplicated fever.